Showing posts with label SEDEKAH. Show all posts
Showing posts with label SEDEKAH. Show all posts

CariTahuIslam - Sedekah sudah menjadi hal yang sebenarnya wajib bagi seluruh umat Islam, namun sulit sekali bagi kita untuk memulai menyisihkan uang demi kepentingan orang lain. Banyak faktor yang membuat kita sulit untuk bersedekah, seperti kurang kuatnya iman dan gangguan yang kuat dari setan. Ketika kita ingin mulai bersedekah maka setan langsung berbondong-bondong untuk menggoda dan membisikan sesuatu agar kita batal dan tidak jadi bersedekah. Pemikiran umum yang timbul akibat kuatnya bisikan setan ketika ingin bersedekah adalah "nanti kalau aku sedekahkan uang ini maka otomatis uangku akan berkurang", " daripada bersedekah lebih baik digunakan untuk membeli kebutukanku yang masih kurang" dan banyak lagi lainya.

Kata sedekah memang sangat sedikit terdapat di Al-Qur'an namun Allah SWT menekankan kita untuk bersedekah dengan kata Zakat. Salah satu firman Allah yang memerintahkan kita untuk bersedekah yaitu surah Al-Baqarah ayat 43 yang artinya :

"Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk"


Lalu mengapa kita bisa berfikir bahwa jika kita bersedekah maka uang kita akan berkurang? tentu saja karena setan tidak ingin kita mendapat berkah dari Allah SWT dan setan tidak ingin kita kaya. Padahal jika kita kembalikan ke Al-Quran, Allah SWT telah berfirman :


" Perumpamaan orang yang mengingfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang DIA kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui " (Q.S. Al-Baqarah : 261)

Firman Allah sama dengan Janji Allah SWT yang Maha Benar dengan segala Firman-Nya. Apabila yang berjanji adalah manusia mungkin suatu saat bisa diingkari, namun jika yang berjanji adalah Allah SWT pasti ditepati asalkan kita yakin seyakin yakinya.


Kemudian apa hubunganya sedekah dengan menjadi kaya?
Secara logika matematika memang ketika kita bersedekah maka uang kita akan berkurang, dan secara nalar maka kita akan mengalami kerugian. Misalnya kita mempunyai uang Rp.50.000 lalu kita sedekahkan Rp.20.000 otomatis sisa uang kita tinggal Rp.30.000 saja. Nah jika uang Rp.20.000 tadi tidak kita sedekahkan, maka kita bisa membeli sesuatu untuk kebutuhakn kita. Inilah yang dinamakan kerugian sesaat. Namun apabila kita Ikhlas dalam bersedekah walau nilainya hanya Rp.20.000 tadi maka Allah berjanji akan menggantinya lebih lebih lebih banyak dari yang kita sedekahkan itu.

Jika dipermudah dalam artian, Sedekah itu membuka pintu Rezeki yang selama ini tertutup karena kita tidak pernah bersedekah. Perlu diingat bahwa Allah tidak akan memberikan ganti berkali-kali lipat itu secara langsung, namun Allah SWT akan memberikanya lewat jalan yang Dia kehendaki.
Sebagai contoh :
Misalkan anda seorang karyawan yang mempunyai gaji tetap bulanan sebesar 3 juta rupiah. Jika anda tidak bersedekah setiap bulanya maka Allah hanya akan memberikan rezeki anda melalui perusahaan tersebut saja. Namun jika setiap bulanya anda menyisihkan uang untuk bersedekah maka Allah akan memberikan rezeki Anda melalui banyak jalan dan bukan hanya dari perusahaan tersebut saja, Entah ketika dirumah anda dimintai tolong tetangga dan diberi upah atau yang lain.

Pada Intinya, bersedekah tidak sama sekali merugikan kita. Bahkan malah membuat kita semakin kaya, entah itu kaya materil ataukah kaya pahala. Namun untuk mendapat semua itu perlu memerlukan syarat yang wajib dilakukan dan dijaga agar sedekah kita tidak sia-sia. Hal itu adalah Ikhlas lahir dan batin karena Allah sangat melarang keras dalam firman-Nya yang artinya :

" Wahai orang-orang yang beriman ! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaanya (orang itu) seperti batu yang licin yang diatasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggalah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir " (Q.S. Al-Baqarah : 264 )

 Dari ayat tersebut Allah menekankan kita agar kita tidak merusak sedekah kita. Sedekah yang nantinya akan percuma jika kita melakukan hal-hal yang telah dilarang Allah SWT.


Bagaimana? Sudah siapkah kita bersedekah hari ini? Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita. Amin ya Robbal Alamin :)


CariTahuIslam- Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal istilah Zakat, Infaq, dan Sedekah bahkan mungkin beberapa dari kita ada yang sudah pernah melakukan semuanya. Banyak masyarakat yang mengartikan amal ibadah ini sebagai sedekah. Mungkin jika ditanya apa itu Zakat, Infaq, dan sedekah jawabanya adalah Zakat itu sedekah dan Infaq itu adalah sedekah pula, Sebagai seorang Muslim dan Muslimah yuk kita cari tahu apa bedanya ketiga amal ibadah ini

1. ZAKAT

Zakat bisa diartikan bersih/suci. Dalam istilah Zakat adalah nama dari sejumlah harta yang telah diwajibkan oleh Allah SWT karena telah mencapai syarat-syarat tertentu untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula. Orang yang berhak menerima zakat telah dijelaskan oleh Allah SWT dengan firman-Nya yang artinya :

“ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-taubah : 60)

Berdasarkan Firman tersebut orang yang berhak menerima Zakat dibagi menjadi 8 golongan :
  • Fakir atau orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhanya.
  • Miskin atau orang yang tidak cukup penghidupanya dan dalam keadaan kekurangan.
  • Amil Zakat atau orang yang bertugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat
  • Golongan Mualaf atau orang yang baru masuk Islam.
  • Memerdekakan Budak atau orang yang dijadikan budak dengan perjanjian jika memiliki uang sekian maka akan dilepaskan.
  • Gharimun atau orang yang memiliki hutang karena untuk memenuhi kebutuhanya dan bukan untuk maksiat.
  • Mujahidin atau orang yang berjuang dijalan Allah
  • Ibnu Sabil atau orang yang sedang dalam perjalanan dan mengalami kesengsaraan.
Adapun persyaratan harta yang wajib dizakatkan, antara lain harta itu dikuasai secara penuh dan dimiliki secara sah. Di luar itu seperti hasil korupsi, suap, atau perbuatan tercela lainnya, tidak sah dan tidak diterima zakatnya. Dalam hadist riwayat Imam Muslim, Rasulullah bersabda bahwa Allah SWT tidak akan menerima zakat atau sedekah dari harta yang ghulul(didapatkan dengan cara yang batil). Dan harta tersebut sudah mencapai Nishab atau jumlah batasan kepemilikan seorang Muslim selama satu tahun. Nah contohnya begini, nishab peternak kambing/domba adalah 40 ekor, artinya jika peternak tersebut sudah berhasil memperbanyak ternaknya hingga 40 ekor maka peternak tersebut sudah dikenakan wajib Zakat.

2. INFAQ

infak berarti mengeluarkan sebagian dari harta untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran Islam. Jika Zakat memiliki batasan-batasan dan persyaratan tertentu, maka Infaq tidak. Infaq dapat dilakukan kapan saja tanpa adanya batasan jumlah dan waktu, baik dalam keadaan sudah maupun mampu. Bahkan Nabi kita Muhammad SAW menganjurkan kita untuk selalu berinfaq dalam keadaan lapang maupun sempit. Hal kedua yang membedakan infaq dengan zakat adalah jika zakat memberikan persyaratan untuk seseorang yang menerimanya, maka Infaq tidak. Infaq boleh diberikan kepada siapapun juga, misalnya orang tua, anak yatim, masjid, dan lain lain.

3. Sedekah

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti ’benar’. Untuk pengertian menurut istilahnya Sedekah bisa dibilang sama dengan infaq, namun yang membedakan adalah jika Infaq hanya berkaitan dengan materi atau uang, maka sedekah memiliki arti yang lebih luas dan bukan hanya sekedar materi namun non materi juga. 

Hadist riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah SAW mengatakan jika tidak mampu bersedekah dengan harta maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid dan tahlil, berhubungan suami-istri, dan melakukan kegiatan amal ma'ruf nahi munkar adalah sedekah. 

Nah itulah sedikit penjelasan tentang perbedaan Zakat, Infaq dan Sedekah yang bukan hanya perlu kita ketahui namun perlu juga kita amalkan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian yang membacanya dan selalu mendapat nikmat kesehatan dari Allah SWT.